Lomba Blogging

on October, 26th 2010

Fraternidad en 'la Costa adalah sebuah nama dari kelas kami, yaitu siswa kelas XII IA2. Dalam lomba pembuatan blog ini kami berkarya untuk menjadi yang terbaik nantinya..

Bayang – Bayang SAT di HUT SMANSA

            Keceriaan, kebersamaan dan kekompakan siswa dalam rangakaian acara HUT SMA Negeri 1 Singaraja yang ke-60 ini begitu indah. Bayangkan saja satu minggu kita diajak bersama-sama untuk berkompetisi dalam 23 ajang yang dirancang oleh Satgas SMANSA kita bisa berkarya, berkreasi, dan berlomba untuk menjadi yang terbaik. Disini juga bukan merupakan ajang untuk mencari kemenangan saja, namun yang memberi nilai lebih ialah seberapa kompaknya kita dalam hal bermasyarakat antar warga SMANSA. Coba saja lihat dalam lomba Cak yang merupakan kali pertama dilaksanakan di sekolah, mungkin tidak hanya menjadi yang pertama di SMANSA, tapi bisa juga menjadi yang pertama di Buleleng ataupun se-Bali. Lomba Cak yang melibatkan satu angkatan ini tidak akan berhasil jika tidak ada kekompakan dari tiap pemainnya. Karya dan kreasi sendiri juga merupakan hal penting dimana perlunya menyatukan pikiran demi sebuah ide yang akan dipentaskan. Inilah pentingnya sebuah kekompakan dalam ajang kompetisi di HUT SMANSA ini.
Kebersamaan di satu minggu ini serasa begitu cepat berlalu. Coba saja kalau belajar, pasti rasanya waktu itu berhenti, hehe.. Sebagai siswa SMANSA pasti sudah tahu apa yang telah menunggu kita di depan setelah ini. SAT atau Semester Academic Tests, inilah yang mebayangi kita kurang lebih 2 minggu setelah acara ulang tahun ini usai. Kira-kira ada apa gak ya segelintir siswa yang diam-diam mulai dari saat ini di sela-sela waktu luangnya atau bahkan sudah dari jauh-jauh hari “rela” atau “sibuk” mempersiapkan amunisi mereka untuk mengahadapi perang di ulangan akhir semester yang tinggal hitungan minggu saja? Mungkin untuk segolongan anak SMANSA orang-orang seperti itu ada karena jika dipikir-pikir secara realistis juga, buku-buku setebal Matematika, Biologi, Fisika dan sejenisnya tidak akan cukup dibaca ulang  dan diulas secara mendalam selama waktu yang tersisa ini apalagi untuk anak kelas XII yang diharuskan mengulang memori yang telah lama terpendam untuk pelajaran-pelajaran di kelas X dan kelas XI. Ada juga yang tidak ambil susah untuk SAT karena untuk semester kali ini hingga seterusnya rolling kelas hanya akan terjadi di awal tahun ajaran baru. Sekarang terserah kita menyikapinya.
Sebagai siswa SMANSA, tantangan hidup seperti SAT sudah merupakan menjadi hal yang lumrah. Dengan waktu yang sedikit ini, kita dipacu untuk menggunakan waktu seefektif mungkin untuk mengisi amunisi untuk menghadapinya. Apalagi jika masih ada materi yang belum habis dibahas untuk semester ini, guru juga akan ikut sibuk agar semua kompetensi dasar beserta indikator-indikatornya tercapai. Jika belum juga, semuanya ada di tangan siswa entah ingin untuk mempelajarinya atau tidak. Jadi, siap atau tidak , sambutlah ia dengan senyuman layaknya kita tersenyum di Hari Ulang Tahun SMANSA. Keep figthing!!

“Breaking News” - Tetap Haus Akan Prestasi SMANSA Raih Juara Lomba Excel se-Bali

            Di tengah kesibukan HUT SMANSA yang ke-60, putra SMANSA tetap haus akan lomba-lomba. Bayangkan, di saat teman-teman sedang asyiknya menikmati suasana kebersamaan di sekolah, mereka, diantaranya Oga Karunia Paregae, Wahyu Adi Pratama (Wahyu’Oi), Jan Wira Gotama dan Alex dan Gunadi rela meluangkan waktu yang berbahagia tersebut untuk mengikuti Lomba Gema Informatika bidang Microsoft Excel tingkat SMA/SMK se-Bali yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Jurusan Informatika di Unversitas Pendidikan Ganesha Singaraja yang dilaksanakan pada  tanggal 28 Oktober 2010. Inilah yang menjadi kebanggaan SMANSA. Walau beberapa hari ini mereka disibukkan untuk persiapan lomba-lomba kelas, namun di sela-sela waktu yang tak terisi mereka manfaatkan dengan baik untuk mengasah kemampuan dalam membentuk suatu tabel beserta merangkai formula-formula yang sudah menjadi makanan sehari-hari mereka di Microsoft Office Excel. Jadinya tak heran bila mereka pantas untuk mewakili SMANSA dalam lomba ini.
          Dari kurang lebih 65 peserta yang mengikuti ajang kompetisi yang berasal dari berbagai daerah di Bali dalam babak penyisihan yaitu tes teori Excel dicari 10 orang untuk menjadi finalis dan berhak mengikuti tahap selanjutnya. Alhasil, 4 orang dari perwakilan SMANSA yaitu Wahyu, Oga, Wira dan Gunadi lolos dan berhak mengikuti tes final dalam bentuk tes praktek. Sungguh merupakan kebanggaan bagi sekolah dan juga bagi Buleleng. Dan akhir dari tes final menjadi hasil yang mengejutkan pula bagi kita dimana Wahyu’Oi berhasil menjadi juara pertama, disusul oleh Oga pada peringkat 3, dan Wira pada Juara Harapan 1. Inilah putra-putri SMANSA, selalu haus akan prestasi di setiap ajang perlombaan yang diselenggarakan baik di kancah Provinsi, Nasional maupun Internasional yang siap mengharumkan nama sekolah, nama Buleleng, Bali, hingga nama Indonesia. Prestasi ini juga merupakan kado mereka bagi SMANSA di hari dimana ia berdiri. Terimakasih kawanku..

Rumput SMANSA Menyayangimu di Setiap Langkah yang Kau Jejakkan

Pernahkah terlintas di pikiran kita sudah berapa kali rumput sekolah mengalami pembaharuan kabinetnya? Mereka ditanam, kemudian kering dan mati. Ditanam lagi, hidup sesaat, lalu mati lagi. Penyebabnya pasti tiada lain dan tiada bukan ada di antara kita semua. Kita lihat yang paling sering mengalami pergantian si hijau kecil itu yang terletak di sekitaran depan kelas X5 sampai dengan selat antara Lab Biologi dan Gedung Induk, daerah ini merupakan titik terparah dari kerusakan rumput yang terjadi di sekolah tercinta kita ini. Bayangkan nominal yang telah dikeluarkan melalui iuran sekolah yang kita bayar tiap bulan beserta bantuan-bantuan lainnya dan juga sudah berapa banyak kita telah meregangkan nyawa tanaman kecil yang tidak bersalah tersebut. Bayangkan juga nasib para penjaga kebun sekolah yang harus secara terus-menerus memperbaharui kabinet si hijau kecil dengan susah payah. Tapi dengan melihat kesibukan siswa-siswi yang serba ekspress ditambah lagi lalu lintas dua arah di daerah jalan setapak depan ruang TRRC tersebut, tidak salah juga kalau rumputnya mati diinjak siswa-siswi yang lalu lalang. Jadi, siapa yang sebenarnya patut dimintai pertanggungjawaban? Para siswa yang berjalan di sekitar tempat hidup rumput atau rumput yang tumbuh(dan hampir saja hidup) di jalan setapak kita? Semuanya hanya tergantung dari hati untuk saling menyayangi segala makhluk cipataan Tuhan.
            Untuk itulah diperlukan kesadaran seluruh insan yang ada di SMANSA ini untuk menjaga si hijau kecil yang bertebaran di SMANSA kita ini. Banyak cara yang dapat dilakukan, misalnya saja berjalan di tapak-tapak batu yang telah disediakan. Seminimal mungkin agar menginjak si hijau kecil yang mungkin memang terlalu kecil untuk kita lihat, tapi jika kita sadar, mereka-lah yang juga memberikan kita oksigen untuk bernafas. Semakin hijau sekolah kita, semakin sedap dipandang mata dan semakin banyak oksigen untuk kita hidup.
            Baik rumput yang ditanam di jalan setapak atau pun kita yang berjalan di antaranya, tidak-lah patut dipersalahkan. Tapi karena kita adalah manusia yang dianggap memiliki akal sehat tinggi maka sudah seharusnya kita yang memiliki kesadaran untuk mengijinkan rumput hijau di sekolah ini hidup dengan damai. Tak ada salahnya bukan berbagi tempat dengan si rumput ?
            Jika semua itu kita lakukan dengan penuh kesadaran, maka si hijau kecil itu akan tetap tersenyum hijau pada kita. Dan secara tak langsung kita juga telah mendukung program go green yang telah dicanangkan oleh pemerintah Bali. Jika tidak dimulai dari lingkungan yang kecil, seperti sekolah, rumah, dan sebagainya, maka program tersebut akan mengalami banyak kendala dan bisa-bisa tidak berjalan sama sekali. Jika tidak dimulai dari diri kita sendiri maka program ini tentu tidak akan sebagaimana harusnya.

Read in English



SMANSA Grass Love You
In Every Step that You Act
Have we already crossed my mind how many times the school grass has renewed his cabinet? They planted, then dried and dead. Planted again, living a moment, then die again. The cause is certainly no other and no not exist between us all. We see that most often experience little change of the green which lies in front of the X5 class surrounding to the strait between the Biology Lab and Main Building, this area is the worst point of grass destruction that occurred in our beloved school. Imagine a par that has been issued through the school fees we pay every month along with other assistance and also how much we have stretched the lives of innocent little plants are. Imagine also the fate of the guardians of the school garden which must constantly renew the little green cabinet with difficulty. But by looking busy all students who express plus two-way traffic in the area of the front path TRRC space, no one even when the grass was trampled to death of students passing. So, who should be responsible for this matter? Are they the students who walked around the place of living grass or grass that grows (and almost lives) in our path? It all just depends on the heart to love each other all God's creatures.
For all the human consciousness that is needed in this SMANSA to keep the small green that dot in SMANSA. There are many ways that can be done, such as starfish walking on stones that have been provided. Minimum for stepping on the little green that may have been too small to be seen, but if we are aware, those who also give us oxygen to breathe. The more green our school, the more eye-catching and more and more oxygen for us to live.
Both grasses are planted on the trail or any of us who walk among them, was not to blame. But because we are human beings who are considered to have a high sense then we should have the awareness to allow the green grass at this school live in peace. Nothing wrong with not sharing the place with the grass, isn’t it?
If all that we do with full consciousness, then the little green will give green smile to us. And indirectly we also have support programs that go green have been announced by the government of Bali. If not starting from a small environment, such as schools, houses, and so on, then the program will have many constraints and can not run at all. If it does not start from us then this program would not be as it should.

ISO 9001:2008 untuk SMANSA - Bingkisan Indah Menuju Masa Depan Yang Cerah

Organisasi Internasional untuk Standardisasi (disingkat ISO atau Iso) adalah badan penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standardisasi nasional setiap negara.  Didirikan pada 23 Februari 1947, ISO menetapkan standar-standar industrial dan komersial dunia. Meski ISO adalah organisasi nonpemerintah, kemampuannya untuk menetapkan standar yang sering menjadi hukum melalui persetujuan atau standar nasional membuatnya lebih berpengaruh daripada kebanyakan organisasi non-pemerintah lainnya, dan dalam prakteknya ISO menjadi konsorsium dengan hubungan yang kuat dengan pihak-pihak pemerintah. Peserta ISO termasuk satu badan standar nasional dari setiap negara dan perusahaan-perusahaan besar, salah satunya adalah sekolah . Inilah yang sekarang menjadi hal yang fenomenal bagi sekolah kita yaitu SMANSA Singaraja.
Di Hari Ulang Tahun SMA Negeri Singaraja yang ke-60, sekolah kita telah mendapatkan bingkisan sertifikat ISO 9001:2008 yang mungkin kasat mata dilihat dari segi bentuknya namun efeknya dapat kita lihat semenjak sebelum meraih predikat ISO maupun sesudahnya. Tak hanya siswa, bahkan seluruh warga seantero SMANSApun ikut ambil bagian dalam pencapain demi sebuah predikat ini. Mulai dari Bapak Kepala Sekolah kita, tiada lain dan tiada bukan Pak Darta yang selalu memberi petunjuk atau arahan bagi siswa siswinya agar selalu ingat terhadap Visi Misi sekolah. Guru-guru yang mulai sibuk menyelesaikan tugas tentang segala yang berhubungan tentang pembelajaran siswa. Bapak-bapak teknisi sekolah yang menyediakan fasilitas internet yang bisa diakses siswa di sekitar sekolah menggunakan wireless yang dikenal dengan nama ICT SMANSA. Petugas perpustakaan yang menyediakan Perpustakaan Online bagi peminjam buku. Disini ISO bekerja sama dengan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) yang bertanggung jawab terhadap standardisasi peralatan elektronikm maka dari itu fasilitas semacam ICT SMANSA dan Perpustakaan Online perlu adnya . Dan yang tidak pernah luput terkena imbasnya yaitu siswa, selain harus bisa menghafal Visi Misi sekolah, juga harus meningkatkan disiplin dalam proses pembelajaran. Dan kesibukan ini menariknya justru akan berlanjut setelah sekolah mendapatkan ISO yang sudah diidam-idamkan oleh seluruh warga sekolah kita. Pembelajaran akan semakin disiplin mulai dari waktu sampai absensi guru yang terkadang tidak diisi oleh guru pengajar, prestasi yang perlu ditingkatkan, hingga penggunaan ICT yang harus dioptimalkan.
                Namun, di balik kesuksesan peraihan sertifikat ISO yang membuat segala kesibukan seluruh warga SMANSA, terdapat pula hal-hal yang menguntungkan kita semua baik individu maupun sekolahnya. Melalui sertifikat ISO ini, kita dapat:
1.       Meningkatkan citra sekolah
2.       Meningkatkan kinerja lingkungan sekolah
3.       Meningkatkan efisiensi kegiatan
4.       Memperbaiki manajemen organisasi dengan menerapkan perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan tindakan perbaikan (plan, do, check, act)
5.       Meningkatkan penataan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dalam hal pengelolaan lingkungan
6.       Mengurangi risiko usaha
7.       Meningkatkan daya saing
8.       Meningkatkan komunikasi internal dan hubungan baik dengan berbagai pihak yang berkepentingan.
9.       Mendapat kepercayaan dari konsumen/mitra kerja/pemodal
Jadi, sebagai warga SMANSA yang telah memperoleh sertifikat ISO, berbanggalah akan keuntungan-keuntungan yang diberikannya, namun kita harus tetap berusaha meningkatkan kinerja sekolah demi masa depan sekolah yang cerah.

Read in English
ISO 9001:2008 for SMANSA - Nice Parcel to Go to the Bright Future
International Organization for Standardization (abbreviated ISO or Iso) is the international standard resident entity consisting of representatives from national standardization bodies of each country. Founded on February 23rd, 1947, the ISO sets the standards of industrial and commercial world. Although ISO is a nongovernmental organization, the ability to set standards that often become law through the approval or national standards makes it more influential than most other non-governmental organizations and in practice the ISO into a consortium with strong links with the government parties. ISO’s participants include national standards bodies from every state and large companies, one of them are school. This is now a phenomenal thing for our school that is SMANSA Singaraja.
On the 60th SMANSA Anniversary, our school has received ISO 9001:2010 certificate parcel that may be invisible to the eye in terms of its form but its effects can be seen since before reaching ISO’s predicate and after. Not only students, even across all citizens of SMANSA take part in this achievement by this predicate. Starting from our school Principal  no one and no other is Mr. Darta thate he always give instructions or directions for students to always remember the achool Vision and Mission. The teachers are getting busy to complete the task on everything related about student learning. The school technicians who provide internet facilities that can be accessed around the school by using wireless known as ICT SMANSA. The librarian who provides Online Library for borrowing books. Here the ISO working with the International Electrotechnical Commission (IEC) is responsible for standardization of electronics equipment therefore a kind of ICT facilities and Online Library need to be present. And who never missed affected those are students, apart from having to memorize Vision Mission schools, and they also must improve discipline in the learning process. And this activity will continue to pull it after school to get an ISO that has been coveted by all citizens of our school. Learning process will be more discipline from the time until the attendance of teachers who are sometimes not filled by a teacher, achievement which needs to be improved, and the use of ICT to be optimized.
However, behind the success of gaining ISO certificate that makes all the busyness to all citizens of SMANSA, there are also things those are benefit for all of us as individual or school. Through this ISO certificate, we can:
1.      Improving the image of school
2.      Improve the performance of the school environment
3.      Improving the efficiency of activities
4.      Improving the management of the organization by applying the planning, implementation, measurement and corrective action (plan, do, check, act)
5.      Increase regulation of the provisions of legislation in terms of environmental management
6.      Reduce business risk
7.      Improving competitiveness
8.      Improve internal communication and good relationships with various stakeholders.
9.      Gained the trust of customers / partners / investors
So, as a citizen SMANSA who has obtained the ISO certificate, let be proud because of the benefits they provide, but we should try more to improve school performance by the school a bright future.
  

UpTweet